Tidak sembarangan, mereka harus menempuh proses yang ekstrim
Oleh : Muhammad Nurudin
(LiterasiSejuk.Com) - Mengikuti Pendidikan Profesi Guru adalah hal yang diidam - idamkan
oleh seluruh kalangan pendidik. Baik yang masih muda maupun yang sudah
tua, baik yang telah berstatus ASN, honor maupun yang baru lulus jenjang
strata satu (S1). Bahkan, untuk mereka yang tidak memiliki latar
belakang ilmu pendidikan pun jika ingin menjadi guru dapat mengikuti
proses ini.
Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah suatu proses yang harus dilalui
seorang pendidik atau calon pendidik untuk meningkatkan 4 kompetensi
yaitu profesional, Pedagogik, kepribadian dan sosial. Hal itu penting
dilakukan agar pendidik mampu mempersiapkan proses belajar mengajar yang
baik sehingga akan menjadi sebuah pembelajaran yang kreatif, inovatif,
menarik, dan menggembirakan.
Ketika mengikuti proses Pendidikan Profesi Guru (PPG), peserta PPG
melakukan berbagai kegiatan yang dapat menguras tenaga, pikiran dan
perasaan. Jika tidak diimbangi akan berdampak pada meningkatkannya
stress. Kegiatan - kegiatan tersebut wajib dilakukan dan diikuti oleh
setiap peserta PPG, konsekuensi dari ketidakhadiran tentu ada sanksi
yang harus diterima dari dosen dan pengelola PPG di masing - masing
LPTK. Baik berupa sanksi ringan, sedang maupun berat. Kegiatan -
kegiatan tersebut selama proses PPG berlangsung antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) / Online
Bagi peserta PPG dengan jenis PPG dalam jabatan (Daljab), wajib
mengikuti pendalaman materi secara daring (Online) selama waktu yang
ditentukan oleh penyelenggara PPG. Waktu yang harus dilalui selama
proses ini kurang lebih selama 3 (tiga) bulan. Tahap ini tidak perlu
dilakukan bagi peserta yang mengikuti jenis PPG Prajabatan. Pada proses
ini peserta PPG dituntut mendalami materi secara mandiri, dan dievaluasi
disetiap sesinya. Tahap ini juga menentukan untuk bisa melanjutkan ke
tahap berikutnya.
2. Orientasi Akademik
Rangkaian kegiatan lainnya yang harus diikuti oleh peserta PPG di setiap
LPTK yaitu masa orientasi. Pada tahap ini dijelaskan alur pelaksanaan
PPG dan apa saja yang harus dipenuhi selama proses PPG berlangsung.
Kegiatan ini dilakukan ketika akan masuk pada tahap workshop. Baik
peserta PPG Dalam Jabatan maupun Prajabatan mengikuti kegiatan ini di
masing - masing LPTK tempat pelaksanaan PPG, selama kurang lebih 3
(tiga) hari.
3. Workshop
Puncak dari proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah workshop. Pada
tahap ini setiap peserta PPG diminta menyusun berbagai hal yang akan
dipersiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar di dalam kelas.
Seluruh kegiatan pada tahap ini dilakukan di kampus tempat mengikuti PPG
mulai dari jam 07.30 sampai dengan jam 17.00 dengan jeda istirahat
selama 1 jam pada pukul 12.00 waktu setempat. Peserta PPG tidak
diperkenankan keluar ruangan, bersantai - santai dan lain sebagainya.
Peserta PPG diminta fokus menyusun perangkat pembelajaran diantaranya
membuat kalender pendidikan, analisis waktu, program semester, program
tahunan, silabus, mengembangkan indikator dan tujuan belajar, membuat
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), mengembangkan materi ajar,
membuat media pembelajaran, menyusun soal - soal, menganalisis hasil
ujian, merencanakan program remedial dan pengayaan, merancang kegiatan
ekstra kurikuler dan kokurikuler. Kemudian di akhir setiap siklus,
peserta PPG diminta melakukan Peerteaching dihadapkan instruktur dan
teman sekelas. Tak jarang instruktur menghadirkan mahasiswa S1 di dalam
ruangan agar melihat proses Peerteaching yang dilakukan oleh peserta
PPG. Di penghujung workshop, peserta PPG membuat dan mengumpulkan serta
mempresentasikan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan
digunakan meneliti pada saat PPL nantinya. Bagi peserta PPG Prajabatan,
proses ini ditempuh selama 6 bulan, namun bagi peserta PPG Dalam Jabatan
hanya dilalui selama kurang lebih 1 - 2 bulan.
4. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Seluruh peserta PPG akan ditempatkan di sekolah - sekolah yang telah
bermitra dengan LPTK untuk mengikuti rangkaian kegiatan ini. Bagi
sebagian peserta PPG, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dianggap hal
yang menakutkan dan mengerikan. Sebab, sebagai orang yang tengah
menempuh pendidikan lanjutan lebih tinggi di atas S1 ini, harus mampu
menampilkan cara mengajar yang baik dan benar. Harus mampu menunjukkan
kemampuan mengajarnya lebih menarik dan inovatif dari guru biasa yang
belum mengikuti PPG atau mahasiswa S1 yang sedang magang. Dalam
pelaksanaannya, peserta PPG diberikan 1 (satu) kelas untuk dikelola
secara penuh, mulai dari kegiatan pembukaan, inti dan penutupan serta
evaluasi pembelajaran. Hal itu dilakukan secara terus menerus selama
proses PPL, dengan pendampingan dan bimbingan dari dosen dan guru pamong
yang ditunjuk oleh LPTK. Jika beruntung, peserta PPG selalu dipantau
oleh guru pamong setiap kali mengajar. Pada saat PPL ini, peserta PPG
sambil melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang hasilnya
disampaikan pada sidang PTK di kampus setelah proses PPL berakhir. Pada
tahap ini hanya dilalui selama 1 - 2 minggu bagi peserta PPG Dalam
Jabatan, namun bagi peserta PPG Prajabatan ditempuh selama 4 bulan.
5. Uji Kinerja (UKIN)
Di penghujung rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), peserta PPG
di uji dengan 1 rangkaian penilaian yaitu Uji Kinerja (Ukin). Rangkaian
penilaian ini adalah salah satu yang harus dilewati oleh setiap peserta
PPG. Dalam pelaksanannya, setiap peserta PPG dinilai ketika melakukan
proses belajar mengajar (real teaching) di dalam kelas. Tim penguji
dalam uji kinerja ini bukanlah dosen pembimbing dan guru pamong selama
proses PPL. Melainkan dihadirkan tim penguji khusus yang telah ditunjuk
oleh LPTK untuk melakukan pengamatan dan penilaian terhadap peserta uji
kinerja (Ukin). Nilai hasil dari uji kinerja ini sangat memengaruhi
kelulusan seluruh rangkaian proses PPG. Jika tidak tuntas mencapai nilai
ambang batas yang ditetapkan, maka wajib mengulang dan belum memenuhi
syarat kelulusan PPG. Waktu yang diberikan adalah 1 kali tatap muka atau
pertemuan.
6. Uji Pengetahuan (UP)
Hampir seluruh peserta PPG jika akan mengikuti Uji Pengetahuan (UP)
merasa khawatir, takut, gelisah dan lain sebagainya. Hal ini dianggap
sebagai momok bagi siapapun yang akan berhadapan dengan uji pengetahuan.
Jauh - jauh hari sudah melakukan berbagai upaya dan usaha serta kiat -
kiat agar ketika mengikuti uji pengetahuan dapat menjawab dengan baik
soal - soal yang muncul. Tak sedikit mahasiswa PPG jika akan menghadapi
uji kinerja menyelenggarakan do'a bersama secara akbar dengan harapan
diberikan kelancaran dan hasil yang memuaskan. Pada uji pengetahuan ini,
peserta PPG dihadapkan dengan soal - soal yang berkaitan dengan
kompetensi profesional, pedagogik, sosial dan kepribadian yang dilakukan
dengan berbasis komputer. Waktu yang diberikan untuk menjawab seluruh
soal adalah 3 jam atau 180 menit. Jumlah soal bervariasi tergantung
jurusan, ada yang 110, 105, 100, 80 maupun 76 butir soal. Pada uji
pengetahuan juga berlaku nilai ambang batas. Jika tidak mencapai nilai
ambang batas, maka belum bisa ditetapkan lulus PPG dan wajib mengulang.
7. Kegiatan Keasramaan
Bagi peserta PPG yang mengikuti jenis PPG prajabatan dengan skema
berasrama. Selain kegiatan - kegiatan pokok PPG di atas, ada kegiatan
tambahan yang harus diikuti oleh setiap peserta yaitu kegiatan
keasramaan. Tak kalah pentingnya, kegiatan asrama juga sangat
mempengaruhi penilaian selama proses PPG. Skema PPG berasrama diharapkan
dapat meningkatkan kompetensi sosial dan kepribadian secara efektif.
Seluruh peserta wajib mengikuti dan melaksanakan ketentuan yang berlaku
di asrama. Hal - hal besar bahkan sampai kecil di atur ketika tinggal di
asrama. Bahkan, tidak diperkenankan peserta PPG keluar asrama jika
tidak pada waktu yang telah ditentukan oleh pengelola PPG. Sehingga,
kehidupan peserta PPG pada skema PPG berasrama ini hanyalah berkutat
antara kampus dan asrama. Tidak banyak waktu longgar yang dimiliki oleh
peserta PPG jenis ini. Ada waktu yang diberikan khusus bisa meninggalkan
asrama untuk menikmati masa libur namun dengan batas waktu yang
ditentukan oleh pengelola PPG. Selain mengikuti kegiatan utama asrama
yang telah ditentunkan pengelola PPG. Peserta PPG berasrama juga
dituntut aktif dan kreatif menciptakan kegiatan - kegiatan keasramaan
yang dapat meningkatkan kompetensi sosial dan kepribadian. Tentu
kegiatan - kegiatan yang diciptakan tersebut tidak terlepas dari
pemantauan, pendampingan dan penilaian yang dilakukan oleh pengelola PPG
dan diberikan nilai tambah bagi peserta PPG yang sukarela menjadi
panitia atau penanggung jawab pada setiap event kegiatan. Peserta PPG
dengan skema berasrama wajib tinggal di asrama selama 1 tahun penuh,
mulai dari awal hingga selesai seluruh proses PPG.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar