Halaman

Senin, 07 Oktober 2019

Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh : Muhammad Nurudin 

 
(LiterasiSejuk.Com) - Indonesia yang terdiri dari pulau – pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai pulau Rote. Memiliki keanekaragaman, dinamika dan kompleksitas yang berbeda – beda dalam upaya pembangunan, terutama dalam hal pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Berdasarkan laporan PISA tahun 2018, program yang mengurutkan kualitas sistem pendidikan di 72 negara, Indonesia menempati peringkat 63. Dalam skala ASEAN, Indonesia menduduki posisi kelima setelah Thailand dan Malaysia. Berada di atas Filipina, Vietnam dan Kamboja. Saat ini Indonesia berada di peringkat 108 di dunia dengan skor 0,603. Upaya – upaya perbaikan yang telah dilakukan berbagai pihak patut diapresiasi, namun demikian kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak terdapat kekurangan yang harus dibenahi dalam bidang Pendidikan dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045, diantaranya sebagai berikut :

1. Kualitas Guru
Pembinaan guru kedepan harus lebih ditingkatkan secara aktif dan massif. Perubahan – perubahan global yang begitu cepat harus segera direspon dengan cepat juga oleh guru – guru agar materi – materi yang disampaikan di sekolah sejalan dengan perkembangan. Selain pembinaan, pemenuhan guru yang berkualitas juga harus dimulai dari hulu yaitu penerimaan guru yang sangat selektif. Guru – guru di sekolah negeri maupun swasta harus yang telah memiliki sertifikat pendidik (serdik) yang didapatkan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dalam menerima calon peserta PPG juga harus melalui sistem seleksi yang baik pula. Kemudian harus ada lembaga khusus yang berperan sebagai tim seleksi guru, baik yang akan mengajar di sekolah negeri maupun swasta harus melewati seleksi oleh tim seleksi yang independen. Perekrutan guru yang asal – asalan hanya akan menyediakan guru yang asal – asalan pula dalam mengajar. Sehingga pemenuhan guru yang dilakukan secara selektif dan transparan sudah saatnya diterapkan di Indonesia untuk mendapatkan kualitas guru yang terbaik.

2. Kesejahteraan Guru
Baik sekolah negeri maupun swasta harus mampu menjaga stabilitas atau kesehatan keuangan lembaganya untuk menjamin kesejahteraan guru maupun staff lainnya. Pemerintah harus segera mengevaluasi peraturan dalam memberikan izin pendirian sekolah baru. Pemerintah juga harus segera mengaudit sekolah – sekolah yang ada saat ini, baik sekolah negeri maupun swasta. Apabila ada temuan sekolah yang memiliki laporan keuangan yang tidak sehat, pemerintah harus segera melakukan peninjauan kembali terhadap izin yang telah diberikan. Kesehatan keuangan menjadi penting, mengingat selama ini banyak keluhan yang dirasakan para guru – guru Indonesia khusunya guru honorer yang hanya mendapatkan upah yang jauh dari layak. Sekolah swasta khususnya, harus bisa memastikan lancarnya sumber dana yang jelas dari sponsor atau donatur yang sah, tidak semata – mata mengandalkan pembiayan dari pemerintah yang diperoleh dari dana BOS. Sekolah – sekolah swasta dalam hal ini adalah sifatnya membantu pemerintah, sehingga harus bisa menjamin pemangku sumber dana yang pasti. Sekolah negeri maupun swasta jika sudah berani mengajukan izin operasional, itu artinya juga harus sudah siap dengan keuangannya yang diperuntukkan bagi kesejahteraan guru. sehingga kedepan tidak ada lagi kabar guru di Indonesia menerima upah yang tidak layak.

3. Sarana dan Prasarana
 Sekolah menjadi rumah kedua yang dirasa mampu memberikan rasa nyaman dan aman. Pemenuhan sarana dan prasana terhadap seluruh sekolah di Indonesia harus segera dituntaskan dalam waktu dekat. Minat dan motivasi siswa untuk sekolah dapat pula dipengaruhi oleh tersedianya sarana dan prasarana di sekolah itu, maka tidak heran jika motivasi dan tingkat keaktifan peserta didik di daerah pedalaman relatif rendah. Kehidupan sekolah menjadi membosankan dan tidak menarik minat peserta didik. Harus ada upaya atau terobosan yang signifikan agar pemenuhan sarana dan prasarana di seluruh sekolah di Indonesia dapat segera terwujud dengan mengutamakan sekolah – sekolah di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

4. Akses Internet
Berada di era Industri 4.0, kesulitan mendapatkan informasi terbaru melalui internet masih dirasakan oleh sebagian besar guru di Indonesia terutama yang berada di daerah pedalaman. Sehingga proses belajar mengajar di sekolah masih hanya mengandalkan dari 1 sumber yaitu buku. Referensi – referensi yang digunakan oleh guru sangat terbatas dan itu sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai dalam suatu proses pembelajaran. Pemerintah harus segera memenuhi kebutuhan internet di setiap sekolah yang bisa masuk sampai di kelas – kelas, yang akan dapat menunjang proses belajar mengajar. Di daerah pedalaman, pelayanan internet yang selama ini diberikan tidak mampu menjangkau sampai di sudut – sudut kelas, alat yang selama ini diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi hanya mampu menjangkau sejauh 50 meter, dan itu hanya bisa dinikmati oleh sebagian kecil orang. Kemudian sudah banyak alat yang rusak karena minimnya anggaran perawatan. Sudah saatnya pemerintah mampu menyediakan akses internet yang permanen yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Ini penting, ketika seluruh wilayah di Indonesia telah tersambung dengan internet. Dunia pendidikan akan mudah mendapatkan informasi terbaru secara cepat, hal itu bisa mempermudah upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia dan dapat mewujudkan harapan menuju Indonesia Emas 2045.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar