Oleh : Muhammad Nurudin
(LiterasiSejuk.Com) - Indonesia yang terdiri dari pulau – pulau yang terbentang dari Sabang
sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai pulau Rote. Memiliki
keanekaragaman, dinamika dan kompleksitas yang berbeda – beda dalam
upaya pembangunan, terutama dalam hal pembangunan sumber daya manusia
melalui pendidikan. Berdasarkan laporan PISA tahun 2018, program yang
mengurutkan kualitas sistem pendidikan di 72 negara, Indonesia menempati
peringkat 63. Dalam skala ASEAN, Indonesia menduduki posisi kelima
setelah Thailand dan Malaysia. Berada di atas Filipina, Vietnam dan
Kamboja. Saat ini Indonesia berada di peringkat 108 di dunia dengan skor
0,603. Upaya – upaya perbaikan yang telah dilakukan berbagai pihak
patut diapresiasi, namun demikian kita tidak bisa menutup mata bahwa
masih banyak terdapat kekurangan yang harus dibenahi dalam bidang
Pendidikan dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045, diantaranya sebagai
berikut :
1. Kualitas Guru
Pembinaan guru kedepan harus lebih ditingkatkan secara aktif dan massif.
Perubahan – perubahan global yang begitu cepat harus segera direspon
dengan cepat juga oleh guru – guru agar materi – materi yang disampaikan
di sekolah sejalan dengan perkembangan. Selain pembinaan, pemenuhan
guru yang berkualitas juga harus dimulai dari hulu yaitu penerimaan guru
yang sangat selektif. Guru – guru di sekolah negeri maupun swasta harus
yang telah memiliki sertifikat pendidik (serdik) yang didapatkan
melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dalam menerima calon peserta PPG
juga harus melalui sistem seleksi yang baik pula. Kemudian harus ada
lembaga khusus yang berperan sebagai tim seleksi guru, baik yang akan
mengajar di sekolah negeri maupun swasta harus melewati seleksi oleh tim
seleksi yang independen.
Perekrutan guru yang asal – asalan hanya akan menyediakan guru yang asal
– asalan pula dalam mengajar. Sehingga pemenuhan guru yang dilakukan
secara selektif dan transparan sudah saatnya diterapkan di Indonesia
untuk mendapatkan kualitas guru yang terbaik.
2. Kesejahteraan Guru
Baik sekolah negeri maupun swasta harus mampu menjaga stabilitas atau
kesehatan keuangan lembaganya untuk menjamin kesejahteraan guru maupun
staff lainnya. Pemerintah harus segera mengevaluasi peraturan dalam
memberikan izin pendirian sekolah baru. Pemerintah juga harus segera
mengaudit sekolah – sekolah yang ada saat ini, baik sekolah negeri
maupun swasta. Apabila ada temuan sekolah yang memiliki laporan keuangan
yang tidak sehat, pemerintah harus segera melakukan peninjauan kembali
terhadap izin yang telah diberikan. Kesehatan keuangan menjadi penting,
mengingat selama ini banyak keluhan yang dirasakan para guru – guru
Indonesia khusunya guru honorer yang hanya mendapatkan upah yang jauh
dari layak. Sekolah swasta khususnya, harus bisa memastikan lancarnya
sumber dana yang jelas dari sponsor atau donatur yang sah, tidak semata –
mata mengandalkan pembiayan dari pemerintah yang diperoleh dari dana
BOS. Sekolah – sekolah swasta dalam hal ini adalah sifatnya membantu
pemerintah, sehingga harus bisa menjamin pemangku sumber dana yang
pasti. Sekolah negeri maupun
swasta jika sudah berani mengajukan izin operasional, itu artinya juga
harus sudah siap dengan keuangannya yang diperuntukkan bagi
kesejahteraan guru. sehingga kedepan tidak ada lagi kabar guru di
Indonesia menerima upah yang tidak layak.
3. Sarana dan Prasarana
Sekolah menjadi rumah kedua yang dirasa mampu memberikan rasa nyaman dan
aman. Pemenuhan sarana dan prasana terhadap seluruh sekolah di
Indonesia harus segera dituntaskan dalam waktu dekat. Minat dan motivasi
siswa untuk sekolah dapat pula dipengaruhi oleh tersedianya sarana dan
prasarana di sekolah itu, maka tidak heran jika motivasi dan tingkat
keaktifan peserta didik di daerah pedalaman relatif rendah. Kehidupan
sekolah menjadi membosankan dan tidak menarik minat peserta didik. Harus
ada upaya atau terobosan yang signifikan agar pemenuhan sarana dan
prasarana di seluruh sekolah di Indonesia dapat segera terwujud dengan
mengutamakan sekolah – sekolah di daerah terdepan, terluar dan
tertinggal (3T).
4. Akses Internet
Berada di era Industri 4.0, kesulitan mendapatkan informasi terbaru
melalui internet masih dirasakan oleh sebagian besar guru di Indonesia
terutama yang berada di daerah pedalaman. Sehingga proses belajar
mengajar di sekolah masih hanya mengandalkan dari 1 sumber yaitu buku.
Referensi – referensi yang digunakan oleh guru sangat terbatas dan itu
sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai dalam suatu proses
pembelajaran. Pemerintah harus segera memenuhi kebutuhan internet di
setiap sekolah yang bisa masuk sampai di kelas – kelas, yang akan dapat
menunjang proses belajar mengajar. Di daerah pedalaman, pelayanan
internet yang selama ini diberikan tidak mampu menjangkau sampai di
sudut – sudut kelas, alat yang selama ini diberikan oleh Kementerian
Komunikasi dan Informasi hanya mampu menjangkau sejauh 50 meter, dan itu
hanya bisa dinikmati oleh sebagian kecil orang. Kemudian sudah banyak
alat yang rusak karena minimnya anggaran perawatan. Sudah saatnya
pemerintah mampu menyediakan akses internet yang permanen yang dapat
menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Ini penting, ketika seluruh
wilayah di Indonesia telah tersambung dengan internet. Dunia pendidikan
akan mudah mendapatkan informasi terbaru secara cepat, hal itu bisa
mempermudah upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia dan dapat
mewujudkan harapan menuju Indonesia Emas 2045.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar